PAKPAK.WAHANANEWS.CO, Salak - Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) tentang pembebasan lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Sitellu Tali Urang (STU) Jehe, Selasa (20/1/2025).
Keterangan Diskominfo, rapat yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) ini dilaksanakan di aula Cipta Kerta, kantor kejatisu, dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Harli Siregar.
Baca Juga:
Hanif Dhakiri Dipanggil KPK, Penyidikan RPTKA Terus Bergulir
Sejumlah tokoh adat dari sulang silima Marga Berutu dan marga Angkat turut menghadiri rapat ini.
Selain itu Asisiten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejatisu Nur Handayani, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Jalan Berutu, juga hadir bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pakpak Bharat lainnya.
Kajatisu menjelaskan, salah satu masalah nasional yang paling mendasar saat ini adalah kekurangan energi yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk Sumatera Utara.
Baca Juga:
Komisi I DPR Kota Jambi Tinjau Langsung Penanganan Kasus Asusila di Polda Jambi
Oleh karena itu pemerintah melalui PT. PLN sangat serius dan berkomitmen penuh dalam upaya pemenuhan energi ini bagi seluruh masyarakat.
"Saya berharap seluruh masyarakat adat Pakpak Bharat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, untuk bisa bersinergi dengan Pemerintah Pusat, BUMN, dalam membangun daerah sehingga ketika pembangunan itu berhasil maka akan menjadi satu legacy yang baik untuk generasi yang akan datang," jelas Kajatisu.
Sementara Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor berharap, tahapan persiapan pembangunan PLTA Kombih III yang berkapasitas hingga 45 MW bisa segera dirampungkan.
"Dengan begitu proses pembangunan bisa segera dimulai, investor bisa masuk, kebutuhan energi listrik terpenuhi. Itu harapan kita. Namun beberapa persiapan termasuk kelengkapan administrasi tentu butuh proses yang mudah-mudahan bisa segera terselesaikan," kata Franc.
"Dengan adanya rapat koordinasi ini mudah-mudahan bisa menghapus keragu-raguan dimasyarakat, khususnya para pemilik lahan yang terimbas pembangunan ini," lanjutnya.
Saat ini pemerintah pusat melalui PT. PLN sedang mematangkan rencana pembangunan PLTA Kombih III yang berkapasitas hingga 45 Megawatt.
Terwujudnya pembangkit listrik di bilir sungai Lae Kombih ini diharapkan mampu menjaga pasokan energi listrik di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Pakpak Bharat dan di Provinsi Aceh.
[Redaktur: Robert Panggabean]