WahanaNews-Pakpak Bharat | Kegiatan pembangunan ruang laboratorium komputer SMP Panggegean, Kecamatan Sitellu Tali Urang (STTU) Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, terkesan asal jadi.
Kegiatan itu berbiaya Rp 437 juta, sumber dana DAK 2022, dikerjakan CV Juara Toba.M.
Baca Juga:
Kasus Ridwan Kamil vs Lisa Mariana, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum
Pantauan tim investigasi LSM Pilihi Pakpak Bharat, bangunan itu dibangun di atas tanah timbunan yang diduga masih baru dikerjakan. Dikhawatirkan, struktur tanah masih labil.
"Tanah kita duga baru ditimbun. Konstruksi langsung dibangun di atasnya. Ini terkesan asal jadi. Seolah-olah yang penting selesai," kata ketua tim imvestigasi LSM Pilihi Pakpak Bharat, Jonny Bancin, Senin (19/9/2022).
Jonny menambahkan, kedalaman pondasi diduga kurang dari 40 cm. Batu yang digunakan untuk pondasi juga terlalu kecil. Dikhawatirkan ketika bangunan sudah selesai, suatu saat dapat roboh.
Baca Juga:
Dampak Kebijakan Trump di Sektor Teknologi: Saham Rontok, Perusahaan Besar Terpukul
Masih menurut Jonny, sebagaimana disampaikan warga, proses pembangunan kurang memperhatikan kenyamanan bagi pelajar yang ada di sekolah itu.
Molen beroperasi saat anak sekolah sedang belajar. Material seperti paku, berserak, mengancam keselamatan pelajar yang menimba ilmu di sekolah itu.
Jonny menyebut, pihaknya akan melaporkan dugaan kegiatan asal jadi itu ke penegak hukum. "Ini menggunakan uang negara. Akan kita laporkan," kata Jonny. [gbe]