Sementara Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengisahkan pengalamannya saat melakukan studi banding tentang pengembangan pertanian di India beberapa bulan lalu.
Disebut, ia melihat tanaman jagung luar biasa subur, padahal tanah India sesungguhnya adalah tanah yang tandus. Namun dengan penggunaan pupuk organik, mereka mampu menghasilkan sampai enam tungkul jagung perbatang.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Mudah-mudahan di sini, dan para petani harus lebih giat. Rejeki kalian di sini, kalau semakin giat tentu penghasilan juga bertambah. Kita tahu sebenarnya jagung ini tidak kenal musim, maka dari itu mari kita lebih giat dan lebih semangat lagi,' ujar Franc.
Bersama banyak tamu undangan yang hadir dalam acara itu, Franc memetik buah jagung sebagai tanda panen perdana telah dimulai.
Seorang tokoh masyarakat, Tamen Berutu, pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada pemerintah, terlebih pada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Bupati Pakpak Bharat dan PT. Parna Raya dan pihak lainnya, yang memberi perhatian bagi masyarakat petani. [gbe]