"Dalam rapat evaluasi KUR tadi pagi, kami dapatkan bahwa kuota KUR masih tersedia dan bisa kita manfaatkan. Ayo kita pergunakan untuk modal usaha kita. Silahkan ajukan pinjamannya, kami akan bantu sekiranya diperlukan," sebut Febriansah.
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dalam arahannya mengatakan, keberadaan green house dan hidroponik itu menjadi wujud perhatian kepada masyarakat, yang tentunya dapat menambah semangat dan motivasi masyarakat di bidang pertanian.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Terlebih, pembangunan green house itu disertai dengan pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat yang ada di Desa Kuta Dame.
Pemkab Pakpak Bharat disebut terus melakukan berbagai upaya dalam mengembangan sektor pertanian, salah satunya dengan melibatkan petani milenial.
"Saya berharap agar apa yang dilakukan oleh kelompok tani ini dapat melibatkan sejumlah anak muda dalam mengembangkan sektor pertanian," kata Franc.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Usai meresmikan green house itu, Franc meninjau secara langsung budi daya penangkar bibit kentang yang tengah dikembangkan menggunakan sistem hidroponik di lokasi itu. [gbe]