WahanaNews-Pakpak Bharat | Satu jembatan yang menghubungkan Tanjung Meriah Desa Sibande dengan Desa Kaban Tengah, Desa Perjaga dan Desa Bandar Baru, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe (STTU Jehe) Pakpak Bharat, Sumatera Utara, terancam putus.
Kondisi jembatan yang merupakan jalan alternatif antara Propinsi Aceh Singkil dengan Propinsi Sumatera Utara itu, telah lama rusak. Terbaru, badan jalan di salah satu sisi jembatan, longsor.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Diduga karena musim hujan, drainase yang tidak berfungsi dengan baik di badan jembatan, menyebabkan air meluap dan melongsorkan badan jalan itu.
Salah seorang warga setempat, Jenda Karo-karo, yang menyaksikan longsornya bahu jembatan itu membenarkan, besarnya genangan air di badan jembatan, diduga menjadi penyebab longsor dimaksud.
Demikian halnya dengan Parulian Boangmanalu, anggota DPRD Pakpak Bharat, juga menyebut bahwa curah hujan yang tinggi dan drainase yang tidak berfungsi, mengakibatkan air berkumpul di badan jembatan. Eksesnya, satu sisi badan jalan pun longsor.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Warga lain, Toga Bancin, meminta agar Pemkab Pakpak Bharat segera memperbaiki jembatan itu. Ia khawatir, jembatan akan amblas. Tidak tertutup kemungkinan memakan korban, mengingat kedalaman jurang Lae Kombih berkisar 100 meter.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Pakpak Bharat Mansehat Manik dikonfirmasi lewat selularnya, Senin (13/6/2022), mengungkapkan kekecewaannya pada kinerja Dinas PUTR Pakpak Bharat.
"Kita minta dinas terkait untuk segera memperbaikinya. Itu akses vital masyarakat. Jangan tutup mata. Pemerintah harus hadir membantu masyarakat," kata Mansehat.