"Namun demikian, kami mohon maaf bila dalam pelayanan kami kepada bayi ini dirasa kurang maksimal," ujar Manuturi.
Kepala Dinas Sosial Pakpak Bharat Supardi Padang menjelaskan bahwa proses penanganan bagi si bayi dari segala aspek telah terpenuhi dengan baik.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Kejadian serupa ini perlu kita antisipasi. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa dikemudian hari di wilayah kita. Kami lihat semua pihak baik RSUD, Dinas PMD, PA dan Perempuan, dan KB, serta pihak berwajib dalam hal ini Polres Pakpak Bharat telah melaksanakan proses hukumnya dengan sangat baik," papar Supardi.
Diketahui, seorang bayi perempuan terlahir dari seorang wanita penderita ODGJ di Desa Perpulungen, Kecamatan Kerajaan sekitar tiga setengah bulan silam, akibat peristiwa kekerasan seksual yang dia alami.
Polres Pakpak Bharat terus melakukan upaya menyelidiki kasus itu serta mengungkap teka teki mengenai ayah biologis si bayi. [gbe]