Lewi menambahkan bahwa sistem backthrust atau sesar anjak sejauh ini ada di tiga lokasi pada wilayah Sumatra yaitu, Langsa dan sekitarnya, Riau, dan Sumatra Selatan.
Kasus sesar anjak Langsa menjadi perhatian khusus karena lokasinya hanya berjarak 80-100 km dari kota Medan yang merupakan kota terpadat di Sumatera.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri dan Beri Pengarahan pada Pelantikan Pengurus DPC APKESMI Sumedang 2026-2031
Sejauh ini, monitoring yang dilakukan oleh BMKG Wilayah I belum menemukan informasi gempa susulan dari gempa Aceh Tamiang yang barusan terjadi.
Lebih lanjut, Lewi menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dalam menanggapi informasi yang tidak benar dan berlebihan.
"Gempa yang terjadi barusan tidak diikuti oleh fenomena tsunami dan gempa susulan hingga pada pagi menjelang siang ini serta tidak ada laporan kerusakan," katanya.
Baca Juga:
IBL Umumkan Kriteria Defensive Player of The Year 2026, Persaingan Pemain Bertahan Makin Ketat
Masyarakat diminta bisa memahami kondisi kegempaan di daerah tempat tinggal, selalu waspada dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa bumi dari media sosial BMKG dan kanal-kanal berita yang valid.
[Redaktur : Robert Panggabean]