Ditambahkan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsinya, namun hasil belum seperti yang diharapkan.
Ditanya jumlah PNS Pakpak Bharat per tahun 2024, Sartono menyebut sekitar 2.300 an orang. Ditanya, berapa yang pindah terhitung 2021-2024, Sartono mengatakan lupa.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
"Kalau jumlah yang pindah saya lupa. Nanti silakan ditanya lagi. Mana ingat saya, karena sudah begitu lama. Jangankan mengingat itu, ingat mimpi saya tadi malam saja saya sudah lupa," kata Sartono.
Terpisah, pemerhati pembangunan Pakpak Bharat, Pildo Juniper Sinamo menanggapi kekosongan jabatan itu mengatakan, menyayangkan hal itu, karena dapat mengakibatkan kurang maksimalnya serapan anggaran daerah.
Menurut Pildo, hal itu merupakan salah satu kegagalan Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat.
Baca Juga:
Hetifah Sjaifudian Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Atlet Panjat Tebing, Desak Hukuman Seumur Hidup bagi Pelaku
"Jabatan sudah mau berakhir, mengisi pejabat saja pun tidak mampu. Ini sangat aneh. Semenjak kabupaten ini berdiri, sudah berapa bupati, baru pada era FBT-MO ini kejadian begini," kata Pildo.
[Redaktur: Robert Panggabean]