Selain itu, skenario gempa megathrust dengan magnitudo 8.2 akan menghasilkan skala MMI 5-9. Hendro menjelaskan bahwa dengan skenario ini, sudah cukup jelas kota dan kabupaten di wilayah Sumut sangat rawan akan gempa bumi.
Selain itu, seismologist Pusat Gempa Regional (PGR) wilayah I Indonesia menambahkan bahwa efek dari sesar aktif seperti sesar Toru telah mengakibatkan kerusakan luas di Tarutung dan sekitarnya dan perlu tindakan kontingensi antar pihak.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Ditambahkan bahwa PGR 1 mencatat kenaikan signifikan aktivitas gempa bumi dalam lima tahun terakhir di wilayah Sumut. Secara geologi, banyak daerah di Sumut berdiri diatas sedimen lunak atau alluvial sehingga akan memicu kerusakan parah yang ditambah dengan struktur bangunan yang tidak layak.
Semua pihak diminta ikut berpartisipasi aktif dalam langkah mitigasi bencana gempa kedepannya. Masyarakat dihimbau tidak terpengaruh informasi hoax terkait gempa bumi.
BMKG Medan memiliki sistem monitoring gempa yang baik dan aktif selama 24 jam dan 1-7 menit akan diinformasikan kepada masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga:
Lawan atau Mati Dibodohi: DPW Serbuk Jambi Buka Kelas Paralegal 6 Bulan Tahun 2026
[Redaktur : Tumpal Alfredo Gultom]