Dalam acara puncak perayaan pesta budaya Oang-oang itu, ditampilkan berbagai acara tradisi dan antraksi budaya suku Pakpak.
Seperti menggustungken api yang bermakna untuk menyatukan tekad dan persepsi dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat menuju masyarakat nduma.
Baca Juga:
Kecelakaan di Jalur Kamojang Bandung, Pasangan Pemudik Asal Depok Tewas
Kemudian, ditampilkan juga mengera-ngera, penampilan tari persentabin, tari-tarian kolosal, yang dibawakan oleh pelajar, moccak (silat suku Pakpak) serta penampilan antraksi lainnya.
Tokoh adat dan budaya suku Pakpak, Erah Banurea pada kesempatan itu menyampaikan, demi menjaga dan melestarikan adat budaya suku Pakpak, Pemkab Pakpak Bharat kedepannya diminta lebih meningkatkan pesta Oang-oang, karena Pakpak Bharat merupakan kabupaten benteng terakhir suku Pakpak.
Kepada masyarakat, Erah menghimbau agar bisa memberi masukan positif yang sifatnya membangun demi percepatan pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat menuju masyarakat nduma.
Baca Juga:
Naas! Diduga Kelelahan, Pasutri Asal Depok Tewas saat Kecelakaan di Kamojang Bandung
Sementara Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pesta itu.
Franc menilai, itu merupakan wujud kecintaan terhadap budaya Pakpak ditengah keberagaman saat ini, dimana upaya pelestarian dan pengembangan budaya sedang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, karena budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Franc menyebutkan bahwa agenda rutin ini diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas setiap tahunnya.