4. Pakpak Kelasen, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Kelasen. Antara lain marga, Tumangger, Anakampun, Siketang, Kesogihen, Tinambunan, Maharaja, Meka, Mungkur dan lainnya.
Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Parlilitan dan Kecamatan Pakkat (di Kabupaten Humbang Hasundutan), serta Kecamatan Barus (di Kabupaten Tapanuli Tengah).
Baca Juga:
Cepat Membalas Chat Bisa Jadi Tanda Kepribadian Kuat, Ini Penjelasannya
5. Pakpak Boang, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Boang. Antara lain marga Sambo, Penarik, dan Saraan. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Singkil (Nanggroe Aceh Darussalam).
Berikut ini adalah marga-marga pada suku Pakpak.
Anakampun, Angkat, Bako, Bancin, Banurea, Berampu, Berasa, Beringin, Berutu, Bintang, Boangmanalu, Capah, Ceun, Dabutar, Cibro, Gajah Manik, Gajah.
Baca Juga:
Jamaah Umroh Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Penerbangan Dihentikan Usai Serangan AS ke Iran
Kabeaken, Kesogihen, Kaloko, Kombih, Kudadiri, Lembeng, Lingga, Maha, Pinayungen, Maharaja, Manik, Matanari, Meka.
Maibang, Mungkur, Padang, Padang Batanghari (BTH), Pasi, Penarik, Pinayungan, Pohan, Sambo, Saraan, Sagala, Sikettang, Sinamo, Sitakar, Sitongkir, Solin, Saing, Tendang, Tinambunan, Tinendung, Tumangger, Turutan, Ujung.
Meskipun oleh para antropolog orang-orang Pakpak dimasukkan sebagai salah satu sub etnis Batak di samping Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Namun, orang-orang Pakpak mempunyai versi sendiri tentang asal-usul jatidirinya.